BAB I
PENDAHULUAN
A.
Pengertian
Agama
Dalam bahasa Indonesia agama berasal dari bahasa
Sansakerta yang artinya tidak kacau, diambil dari dua sukus kara a berarti
tidak dan gama berarti kacau. Secara lengkap agama ialah peraturan yang
mengatur manusia agar tidak kacau. Menurut maknanya, kata agama dapat disamakan
dengan kata relegion (Inggris), relegie (belanda), dan dalam bahasa Arab dengan
kata “Dien”.
B.
Eksistensi
Agama Saat Ini
Dewasa ini peran agama seakan terlihat berjarak jauh
dengan perilaku masyarakat penganutnya, di negara yang dihuni komunitas yangn
bisa dikatakan ‘taat’ beragama seperti Indonesia, mengapa tindakan-tindakan
negatif lebih dominan mencuat kepermukaan dibandingkan tindakan positif.
Seperti halnya saja kasus korupsi tetap saja merajalela bahkan membudaya,
ketidakdisiplinan menjadi ‘gaya hidup’ yang sulit dirubah, pengedar dan pemakai
narkoba seakan-akan tidak pernah habis diberantas, tidak jerakah atas snaksi
hukum yang mengancam, bahkan pada lihat di televisi bermunculan wajah-wajah baru,
tidak kenal apapun statusnya, mulai dari preman, ibu rumahtangga, kalangan
artis hingga kakek yang sudah berusia senja yang seharusnya pada usia seperti
itu memperbanyak amal sebagai bekal di akhirat nanti.
Karena makin meningkatnya kasus negatif, nampaknya
media elektronik juga menjadikan sebuah “tindakan negatif” sebagai sebuah
program khusus dalam pemberitaan karena lebih menjual dan menarik perhatian
para penonton, berita mengenai kriminal merupakan informasi yang bisa terjadi
kapan saja dimana saja, selama masih ada niat, waktu dan kondisi yang tepat
bagi sipelaku untuk melakukan aksinya.
Kita lihat pada saluran televisi swasta nasional
kita, ada sebuah program berita yang khsus menyiarkan kasus-kasus kriminal
saja, dari durasi awal sampai akhir, mulai kasus pelecehan seksual hingga
pembunuhan dengan sadis pemotongan mayar seorang manusia (kanibal) yang tidak
berprikemanusian. Pemicunya terkadang hanya maslah sepele yaknitidakbisa
mengontrol rasa cemburu yang berlebih, akhirnya terbesit bisikan setan untuk
menghabisi nyawa pasangannya dengan berbagai cara, setelah membunuh, sipelaku
tersadar apa yang telah diperbuatnya, karena tidak ingin dipenjara maka sipelku
bingung bagaimana menghilangkan jejak, kemudian membuang mayat tersebut ke
sungai yang sebelumnya dipotong-potong terlebih dahulu supaya biladitemukan
warga mayatnya tidak dapat dikenali, tapi dengan berjalannya waktu perbuatan
jahat pasti akan dicurigai dan terungkap siapa pelaku sebenarnya karena tim
penyidik sudah semakin profesonal, lihat saja pada kasus ryan di Jombang, Jawa
Timur yang sudah membunuh belasan nyawa pada akhirnya juga terungkap,
sepintar-pintarnya monyet meloncat pasti akan jatuh jua.
Oleh karena itu sekian banyak masalah kriminal yang
kita saksikan dimasyarakat mar kita memahami apa selebarnya yang kurang dalam
hidup ini, intinya adalah mari kita lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dan
menjalankan ajaran agama dengan sebaik-baiknyadan memahami apa peran dan fungsi
agama tersebut dalam kehidupan.
Kita dapat merasakan atau melihat denganjelas
siapapun orangnya apabila menjalankan ibadah keagamaan dengan
sebenarnya-sebenarnya dengan penuh keyakinan maka segala perbuatan yang berbau
negatif pasti akan dihindarinya.
BAB II
FUNGSI DAN PERANAN
AGAMA DALAM KEHIDUPAN
(agama
memberi makan rohani, agama menanggulangi kegelisahan hidup, agama mengatasi
keterbatasan akal dan tantangan hidup)
A. Agama memberi makan rohani
Kita tahu bahwasanya manusia terdiri atas dua unsur
, yaitu unsure jasmani dan rohani(spiritual). Kedua unsure ini harus
mendapatkan perhatian yang seimbang, terutama dalam masalah pemenuhan kebutuhan
masing masing. Di mana unsure jasmani membutuhkan pemenuhan yang bersifat
kebendaan, sedangkan unsur rohani membutuhkan pemenuhan yang bersifat bukan
kebendaan.
Untuk lebih jelasnya kita lihat bagan di bawah ini:
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
![]() |
||||||||||||
Dari bagan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa :
1. Unsur jasmani membutuhkan sesuatu yang bersifat
keduniaan
2. Sedangkan unsure rohani membutuhka
sesuatu yang bersifat agamis
Jadi sudah jelas bahwa agama adalah sesuatu yang memberikan
kebutuhan rohani , sepertikebutuhan yang sudah tertulis di bagan, contoh:
Seluruh agama di dunia mengajarkan pada setiap
penganutnya untuk menjadi mnusia yang berpendidikan, supaya mereka semua
(penganut) memiliki budi pekerti atau tingkah laku yang baik. Agama juga sangat
menjunjung tinggi harga diri ,diri sendiri ataupun orang lain. Sehingga setelah
saling menghormati antara diri sendiri dan orang lain maka akan tercipta rasa
saling mengasih sayangi
Dari uraian di atas dapat di tarik kesimpulan, bahwa:
1. Agama mempunyai peranan yang sangat
penting untuk member kebutuhan rohani kita:
2. Setiap agama, mempunyai tujuan yang sama
,agar para penganutnya menjadi orang yang baik dan taat akan peraturan agama
mereka.
B. Agama menanggulangi kegelisah hidup
Pada dasarnya kegelisahan hidup terjadi apabila
kedua unsure manusia (rohani dan jasmani) tidak terpenuhi secara seimbang
(proporsional) atau bahkan timbang antara keduanya. Sehingga kembli pada pembahasan yang
sebelumnya tentang unsur- unsur pada manusia.jika kebutuhan unsure-unsur
tersebut dapat terpenuhi secara proporsional maka kehidupan manusia itu akan
mencapai keharmonisan yang sesunggguhnya, oleh karenanya agama merupakan suatu
media yang sangat berperan penting dalam menanggulangi kegelisahan hidup. Karena
semua agama mengajarkan umatnya untuk selalu mencukupi kebutuhan kedua unsur
manusia tersebut. Jadi tidak heran jika
ada seseorang yang sudah sehat secara jasmani masih gelisah dan kurang bahagia
begitu juga sebaliknya.
C. Agama mengatasi keterbatasan akal dan
tantangan hidup
Beberapa per soalan yang sentiasa ditanya oleh
manusia merupakan persoalan yang tidak
terjawab oleh akal manusia sendiri, karena memang keterbatasan manusiaitu
sendiri. Contohnya persoalan kehidupan selepas mati, sebuah pertanyaanyang
sangat menarik dan untuk menjawabnya adalah perlu. Tapi manusia tak akan
pernah bisa menlogikakannya dan mencari kebenarannya. Maka, agama itulah yang
kemudian yang menjawab persoalan-persoalan ini. Hingga timbul
perbedaan-perbedaan pendapat antara penganut agama yang satu dengan yang
lainnya.
Selain itu agama juga mampu mengatasi tantangan hidup manusia.
karena di lihat dari manusia itu sendiri, manusia adalah makhluk sosial mereka tidak bisa melakukan
semua hal dalam kehidupannya secara individualis. maka disinilah agama berperan
sebagai media yang dapat menangggulangi tantangan tantangan tersebut,karena
semua agama mengajarkan umatnya tentang kesatuan, solidarisme, dan saling
tolong menolong.
Atau bisa di katakan agama adalah faktor integratif bagi masyarakat.
yang berarti agama merupakan media yang
mampu menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota beberapa
masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan
nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh
kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya kesesuaian
dalam masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A.
Kritik Dan
Saran
Dalam sistematika penulisan makalah yang sangat sederhana ini
tentunya banyak terdapat kekeliruan mulai dari kurang jelasnya materi yang tercantum, dikarenakan kurang
adanya referensi yang penulis temukan. Dan tentunya
banyak kekurangan kekurangan lain dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu,
penulis sangat berharap sekali kepada para pembaca yang budiman, agar memberikan kritik dan saran konstuktif dalam penulisan makalah ini selanjutnya.
Penulis juga meminta maaf yang sebesar besarnya, apabila adanya penulisan makalah
ini kurang begitu memuaskan hati para pembaca sekalian.
REFERENSI
http://abdain.wordpress.com/2010/04/11/fungsi-agama-bagi-kehidupan/
http://wakey-smile91.blogspot.com/2010/04/fungsi-agama-bagi-kehidupan.html
http://uraymashuri.blogspot.com/2007/07/fungsi-agama-diantara-bangsa-bangsa.html
0 komentar:
Post a Comment